Eclipse meet AVR plugin

eclipse+avr plugin

Eclipse adalah sebuah IDE (Integrated Development Environment) untuk mengembangkan perangkat lunak dan dapat dijalankan di semua platform (platform-independent). Eclipse dikembangkan dengan bahasa pemrograman Java, akan tetapi Eclipse mendukung pengembangan aplikasi berbasis bahasa pemrograman lainnya, seperti C/C++, Cobol, Python, Perl, PHP, dan lain sebagainya. Selain sebagai IDE untuk pengembangan aplikasi, Eclipse pun bisa digunakan untuk aktivitas dalam siklus pengembangan perangkat lunak, seperti dokumentasi, test perangkat lunak, pengembangan web, dan lain sebagainya. Eclipse pada saat ini merupakan salah satu IDE favorit dikarenakan gratis dan open source, yang berarti setiap orang boleh melihat kode pemrograman perangkat lunak ini. Selain itu, kelebihan dari Eclipse yang membuatnya populer adalah kemampuannya untuk dapat dikembangkan oleh pengguna dengan komponen yang dinamakan plug-in.

Elipse+AVR plugin, dengan tambahan plugin tersebut kita dapat memprogram mikrokontroler AVR menggunakan IDE ini, selain itu keuntungan menggunakan eclipse ialah dapat bekerja di berbagai sistem operasi seperti Microsoft Windows, Linux, Solaris, AIX, HP-UX dan Mac OS X. Nah sebelum menambahkan plugin ini kedalam eclipse temen2 perlu menginstal WINAVR dan AVR toolchain untuk mengaktifkan AVR GCC, informasi tersebut dapat temen2 lihat dilink berikut http://fahmizaleeits.wordpress.com/2013/02/16/avr-studio4-winavr-avr-gcc/

Eclipse : http://www.eclipse.org/downloads/

Eclipse Classic 3.7.2 (Indigo packages) : http://www.eclipse.org/downloads/packages/eclipse-classic-372/indigosr2

AVR pulgin: http://avr-eclipse.sourceforge.net/wiki/index.php/The_AVR_Eclipse_Plugin

Nah berikut link tutorial yang dapat membantu temen2 secara lebih detail untuk langkah-langkah meng-instal Eclipse+AVR plugin:

http://awawa.hariko.com/eclipse_avr_en.html

http://interactive-matter.eu/how-to/developing-software-for-the-atmel-avr-with-avr-eclipse-avr-gcc-avrdude/

http://www.protostack.com/blog/2010/12/avr-eclipse-environment-on-windows/

on youtube channel : http://www.youtube.com/watch?v=A_neNE0-KUM

AVR Studio4 + WINAVR (AVR GCC)

avr studio4 + winavr

GCC awalnya merupakan singkatan dari GNU C Compiler, yaitu sebuah compiler open source yang dikembangkan oleh komunitas GNU project (http://www.gnu.org/). Nama ini sangat sesuai dengan makna yang tersirat dari singkatan tersebut, yaitu sebuah compiler yang khusus bekerja untuk bahasa pemrograman C. Namun kini GCC telah mengalami perubahan yang sangat besar dimana modifikasi dan pengembangan telah, sedang dan masih terus dilakukan secara masal dan paralel oleh banyak orang di seluruh dunia. Hal ini menyebabkan terjadinya pergeseran makna dari singkatan GCC dari yang awalnya GNU C compiler menjadi GNU Compiler Collection. Makna dari singkatan yang baru ini rasanya lebih cocok dengan kondisi saat ini dimana GCC tidak hanya mensupport bahasa C tetapi juga bahasa pemrograman lainya seperti C++, Fortran, Java, Ada dan beberapa bahasa pemrograman lainnya yang masih sedang terus diusahakan agar dapat ter-cover dalam GCC. Oleh karena itu pantaslah kalau GCC sekarang merupakan singkatan dari GNU Compiler Collection yang terjemahan Indonesianya berarti “Koleksi Kompiler GNU”.

(sumber: http://gcc.gnu.org/)

WINAVR adalah AVR GCC yang diperuntukan bagi mikrokontroller AVR dari atmel, yang didalamnya terdapat GNU GCC compiler untuk bahasa C and C++. Sedangkan AVR Studio4 adalah software buatan atmel corporation yang diperuntukan pembuatan project mikrokontorler AVR dan juga dapat mensimulasikan program assembly yang kita buat.

Mengapa kita menggunakan AVR Studio4 plus WINAVR karena oh karena, pertama bila kita hanya menggunakan AVR Studio4 saja maka basis pemrogramannya adalah bahasa Assembly (pusing…), nah dengan bantuan AVR GCC (WINAVR) maka kita lebih dimudahkan dengan bahasa C. Lalu mengapa kita harus menggunakan AVR Studio4 jika WINAVR sudah basisnya bahasa C. Usut punya usut, bekerja dan mebuat project di WINAVR itu langkah dan prosedurnya sedikit rumit bila dibandingkan dengan AVR Studio4, untuk langkah penggunaan WINAVR ini dapat dilihat di link berikut http://yashomaladhi.wordpress.com/2011/07/09/winavr-part-1-membuat-project/

Nah oprek mikrokontroler AVR itu emang seru banget, apalagi basisnya open-source seperti AVR Studio4 + WINAVR, temen2 bakalan nemuin serunya saat mencobanya karena tentu saja library dan source codenya sangat mudah temen2 dapat kan, salah satunya di link berikut http://winavr.scienceprog.com dan http://www.embedds.com/avr-tutorials/. Untuk proses instalasi AVR Studio4 + WINAVR download dahulu filenya di link berikut (free) :

AVR Studio4 : http://www.atmel.com/tools/AVRSTUDIO4.aspx

WINAVR: http://sourceforge.net/projects/winavr/files/

Untuk langkah dan prosedur membuat project di AVR studio4 dapat dilihat di link berikut http://pccontrol.wordpress.com/2011/05/30/persiapan-membuat-program-avr-dengan-avr-studio/

Debug flash programming dengan AVRdude:

http://www.ladyada.net/learn/avr/avrdude.html, lebih mudah menggunakan AVRdude versi GUI nya, silakan merujuk ke link berikut http://blognyaeko.wordpress.com/2012/07/18/download-avrdude-gui/

Dasar-dasar Quadcopter dan Setup KKBoard 2.0 pada Quadcopter (Mode X)

Berikut ini informasi yang dapat ane sampaikan buat temen2 yang baru akan memulai bermain dengan quadcopter. Sebenarnya bila ditekuni sebagai research, quadcopter asik juga lo… bila kita belajar dinamika terbangnya maka akan banyak ilmu yang kita dapatkan tapi butuh dana dan tentu saja analisis serta matematisnya jago, namun untuk kali ini pembahasan quadcopternya hanya sebatas basic hobby saja. Nah apa saja yang harus temen2 perhatikan dalam bermain quadcopter ini, baca penjelasannya berikut ini yang ane dapatkan dari berbagai sumber.

Basic movement of X-Quadcopter configuration:

basic movement quadcopter

Nah untuk lebih jelasnya silakan merujuk ke link ini:

http://blog.tkjelectronics.dk/2012/03/quadcopters-how-to-get-started/

http://creativentechno.wordpress.com/2012/06/13/quadcopter-basics/

1. Motor Brushless

Ini merupakan komponen utama, ada beberapa spesifikasi dalam memilih motor brushless untuk quadcopter, berikut paparannya:

  • Motor brushless type outrunner (yang berputar bagian luar) dan ringan.
  • KV motor sekitar 750-1200 KV.
  • Gunakan tegangan kerja 11.1 volt (3 cells), alasanya adalah mudah mencari batery dengan spesifikasi 3 cells, harganya terjangkau dan tidak terlalu berat.
  • Gunakan mounting motor brushless dengan tipe dibawah.
  • Untuk pemula, motor dengan max current < 20 Ampere sepertinya sudah cukup.

motor brushless

Berikut ini salah satu contoh paparan mengenai thrust pada motor brushless. Contoh perhitungannya menggunakan 1100 KV dengan Spesifikasi Thrust: 850gr dan propeler 10×4.7 maka 1 motor menghasilkan 850gr, ambil nilai setengahnya yaitu 425gr, kemudian kalikan 4 menjadi 1700gr. Kesimpulannya jika total massanya adalah 1700gr maka dengan tenaga setengah dari motor, quadcopter sudah dapat terbang.

2. ESC (Electronic Speed Controller)

ESC

ESC memegang peranan penting dalam proses pengendali kecepatan dan arah putar dari motor brushless. Pemilihan ESC tergantung dari besar arus maksimal dari motor brushless, untuk kalangan pemula, pemilihan ESC dapat menggunakan dengan spesifikasi arus maximum 25 Ampere. Dan gunakan ESC yang dapat di program atau dengan kata lain programmable, seperti turnigy plush.

3. Propeller

propellerPemilihan propeller disesuaikan dengan rekomendasi dari spesifikasi motor brushless tersebut. Kesalahan pemilihan berdampak besar terhadap trust yang dihasilkan oleh motor. Perhatikan ukuran propeller dan disesuaikan pula dengan dimensi quadcopter.

4. Kontroler

Ada banyak pilihan yang dapat kita gunakan sebagai kontroler pada quadcopter, temen2 bisa melihat daftarnya di link ini  http://www.oddcopter.com/flight-controllers/, untuk pemula seperti  ane, KK Board dari Kapten KUK   adalah pilihan yang cukup tepat.

KK board 2.0

Nah untuk KK board, temen2 bisa membelinya di hobbyking untuk version 2.0 dan version 2.1 Atau menggunakan selain dari KK board seperti:

  • dan masih banyak lainnya…

5. Frame

frame

Untuk spesifikasi frame, pilihlah yang ringan dan kuat, anjuran ane beli dahulu saja atau buat sendiri dari bahan alumunium kotak (seperti batang) dengan dimensi 1cm x 1cm. Sedangkan untuk bagian tengahnya (tempat peletakan kontroler) dapat menggunakan akrilik / pcb fiber.

Setup KKBoard 2.0 dari hoobyking (Mode X)

Nah link berikut ini yang ane jadikan sebagai referensi men-setup KK board 2.0 dari hobbyking http://oddcopter.com/2012/07/24/setting-up-my-hobbyking-kk2-0-quadcopter-x/

quadcopter fahmizal

Berikut ini list komponen yang dibutuhkan untuk merancang Quadcopter pada gambar diatas:

  • KK board 2.0:

http://www.hobbyking.com/hobbyking/store/__24723__Hobbyking_KK2_0_Multi_rotor_LCD_Flight_Control_Board.html

  • ESC:

http://www.hobbyking.com/hobbyking/store/__2163__TURNIGY_Plush_25amp_Speed_Controller.html

  • Motor Brushless 1100 KV:

http://www.hobbyking.com/hobbyking/store/__18969__Turnigy_D2836_8_1100KV_Brushless_Outrunner_Motor.html

  • Frame:

http://www.hobbyking.com/hobbyking/store/__25884__Dead_Cat_Conversion_Kit_for_SK450_Quadcopter_Frame.html

  • Propeller:

http://www.hobbyking.com/hobbyking/store/__25828__12x4_5_SF_Props_2pc_Standard_Rotation_2_pc_RH_Rotation_Orange_.html

atau;

http://www.hobbyking.com/hobbyking/store/__25819__10x4_5_SF_Props_2pc_Standard_Rotation_2_pc_RH_Rotation_Blue_.html

  • Batery:

http://www.hobbyking.com/hobbyking/store/__9394__Turnigy_2200mAh_3S_30C_Lipo_Pack.html

Recommended:

  • Turnigy programming Card:

http://www.hobbyking.com/hobbyking/store/__2169__TURNIGY_BESC_Programming_Card.html

  • Connector ESC to Motor:

http://www.hobbyking.com/hobbyking/store/__25479__XT60_to_3_X_3_5mm_bullet_Multistar_ESC_Power_Breakout_Cable.html

  • Hobby King Quadcopter Power Distribution Board

http://www.hobbyking.com/hobbyking/store/__23140__Hobby_King_Quadcopter_Power_Distribution_Board.html

  • Extended Landing Skid Set for SK450 Quadcopter Frame:

http://www.hobbyking.com/hobbyking/store/__28221__Extended_Landing_Skid_Set_for_SK450_Quadcopter_Frame.html

  • Charger:

http://www.hobbyking.com/hobbyking/store/__11668__HobbyKing_Variable_6S_50W_5A_Balancer_Charger_w_accessories.html

dan yang tidak kalah pentingnya ialah Reseiver dan Transeiver (Remote Control), nah untuk reseiver dan transeiver ini disesuaikan dengan budget dari temen2, ada banyak pilihannnya silakan merujuk kelink berikut: http://www.hobbyking.com/hobbyking/store/__82__190__Radios_Receivers-Complete_systems.html

Video Testing :

Menggunakan Processing sebagai GUI (Graphic User Interface) pada Arduino

Processing is an open source language/ development tool for writing programs in other computers. Useful when you want those other computers to “talk” with an Arduino, for instance to display or save some data collected by the Arduino.

http://playground.arduino.cc/Interfacing/Processing

processing

Nah buat temen2 yang familiar dengan arduino bakalan tersentuh juga nih dengan processing. GUI yang berplatform java ini sangat memudahkan kita untuk membuat suatu interface yang keren dan mudah. Arduino+processing http://arduino.cc/en/Tutorial/Graph banyak digunakan sebagai jembatan penghubung devices pada arduino dengan user. Sebagai contoh kita menampilkan grafik pembacaan sensor yang diolah oleh arduino dan ditampilkan pada processing. Nah berikut ini link library GUI yang paling sering digunakan http://www.sojamo.de/libraries/controlP5/ , dengan library controlP5 ini banyak tersedia GUI seperti  Sliders, Buttons, Toggles, Knobs, Textfields, RadioButtons, Checkboxes yang sangat mudah kita tambahkan di processing sketch.  Selain itu aplikasi pengolahan image juga tersedia pada processing, sebagai contoh kita bisa menggunakan library openCV  http://ubaa.net/shared/processing/opencv/ , pada processing sehingga menambah daya tarik lagi untuk mempelajari processing lebih jauh.

 android+arduino+processing

Dan dengan processing ini kita juga bisa membuat android application http://processing.org/learning/android/ , link berikut menjelaskan salah satu apliaksi processing+arduino+android http://stream.tellart.com/controlling-arduino-with-android/  Nah buat info lainnya yang lebih lengkap temen2 bisa browsing lansung ke link berikut http://processing.org/learning/ dan buat yang terbiasa dengan eclipse temen2 juga bisa menggunakan processing di eclipse, berikut link lengkap penjelasannya http://processing.org/learning/eclipse/ .

Selain itu temen2 bisa lihat tutorialnya basicnya di youtube channel, ini salah satunya

http://www.youtube.com/watch?v=ZByppaYSJB8

dan yang ini processing dengan aplikasi android :

http://www.youtube.com/watch?v=91F_DyYcmwY

Simulasi Arduino dengan VirtualBreadboard dan atau Proteus

Postingan kali ini sedikit memberi informasi tentang software yang dapat kita gunakan sebagai simulasi pada arduino devices, dengan perangkat ini kita bisa mensimulasikan program yang kita buat dengan arduino IDE, salah satu informasinya temen2 bisa kunjungi link berikut http://www.arduino.com.au/Simulator-for-Arduino.html, dan jika tertarik menggunakan Virtual Breadboard bisa kunjungi link berikut http://www.virtualbreadboard.com

VBB

ex VBB

dan kunjungi juga blognya pak Agfianto eko putra serta mas eko rudiawan untuk penjelasan lebih lengkapnya:

simulasi dengan VBB : http://agfi.staff.ugm.ac.id/blog/index.php/2011/09/belajar-pemrograman-arduino-menggunakan-vbb/

Simulasi dengan proteus : http://agfi.staff.ugm.ac.id/blog/index.php/2010/09/simulasi-arduino-menggunakan-proteus-vsm/

Simulasi dengan proteus : http://blognyaeko.wordpress.com/2012/09/24/simulasi-arduino-dengan-proteus/

Arduino Devices – Mikrokontroler Berbasis AVR ATmega series

Mengenal nama arduino sejak awal 2010, tapi saat itu ane masih belum tertarik dengan arduino karena masih berkutat dengan Bascom AVR, CodeVision AVR dan WinAVR. Dimulai di awal 2012, ane akhirnya menyentuh arduino dan kesan pertama itu cukup mengesankan, pantesan banyak yang suka arduino hehehehe apalagi buat pemula.  Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang. Hardwarenya menggunakan prosesor Atmel AVR dan softwarenya menggunakan IDE Java. Proyek ini berawal di Ivrea, Italia pada tahun 2005. Pendirinya adalah Massimo Banzi dan David Cuartielles. Situs resmi arduino bisa dikunjungi pada alamat www.arduino.cc

Kelebihan Arduino

  • Tidak perlu perangkat chip programmer karena di dalamnya sudah ada bootloader yang akan menangani upload program dari komputer.
  • Sudah memiliki sarana komunikasi USB, sehingga pengguna Laptop yang tidak memiliki port serial/RS323 bisa menggunakan nya.
  • Bahasa pemrograman relatif mudah karena software Arduino dilengkapi dengan kumpulan library yang cukup lengkap.
  • Memiliki modul siap pakai (shield) yang bisa ditancapkan pada board Arduino. Misalnya shield GPS, Ethernet, SD Card, dll

 

Arduino Nano

Arduino Nano

Arduino Micro

Arduino Micro

Arduino Uno

arduino uno

Arduino Mega

arduino mega

Arduino ARM

arduino ARM

Nah untuk informasi lebih jauh temen2 bisa mengunjungi link berikut ini:

http://arduino.cc/en/Main/Products

http://arduino.cc/playground/

http://www.ladyada.net/learn/arduino/

http://www.freeduino.org/

http://www.practicalarduino.com/

buat sendiri board arduino:

http://arduino.cc/en/Main/ArduinoBoardSerialSingleSided3

Circuits and Electronics Lectures (Videos)

This video lecture course by Prof. Anant Agarwal of MIT is designed to serve as a first course in an undergraduate electrical engineering, or electronics engineering or computer science curriculum. This course introduces the fundamentals of the lumped circuit abstraction. Topics covered include: resistive elements and networks; independent and dependent sources; switches and MOS transistors; digital abstraction; amplifiers; energy storage elements; dynamics of first- and second-order networks; design in the time and frequency domains; and analog and digital circuits and applications. Design and lab exercises are also significant components of the course.

Lecture-1 : Introduction and Lumped Circuit Abstraction. (Link)

Lecture-2 : Basic Circuit Analysis Method (KVL and KCL Method). (Link)

Lecture-3 : Superposition, Thevenin and Norton. (Link)

Lecture-4 : The Digital Abstraction. (Link)

Lecture-5 : Inside the Digital Gate. (Link)

Lecture-6 : Nonlinear Analysis. (Link)

Lecture-7 : Incremental Analysis. (Link)

Lecture-8 : Dependent Sources and Amplifiers. (Link)

Lecture-9 : MOSFET Amplifier Large Signal Analysis Part 1. (Link)

Lecture-10 : MOSFET Amplifier Large Signal Analysis Part 2. (Link)

Lecture-11 : Amplifiers – Small Signal Model. (Link)

Lecture-12 : Small Signal Circuits. (Link)
Lecture-13 : Capacitors and First-Order Systems. (Link)
Lecture-14 : Digital Circuit Speed. (Link)
Lecture-15 : State and Memory. (Link)
Lecture-16 : Second-Order Systems Part 1. (Link)
Lecture-17 : Second-Order Systems Part 2. (Link)
Lecture-18 : Sinusoidal Steady State. (Link)
Lecture-19 : The Impedance Model. (Link)
Lecture-20 : Filters. (Link)
Lecture-21 : The Operational Amplifier Abstraction. (Link)
Lecture-22 : Operational Amplifier Circuits. (Link)
Lecture-23 : Op Amps Positive Feedback. (Link)
Lecture-24 : Energy and Power. (Link)
Lecture-25 : Energy, CMOS. (Link)
Lecture-26 : Violating the Abstraction Barrier. (Link)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 240 pengikut lainnya.