Tahap Pembuatan Program pada PLC


Sebelum membuat program PLC harus dibuat terlebih dahulu harus dibuat sequen chartnya. Setalah sequen chart ini jadi, maka langkah selanjutnya adalah pembuatan diagram leader. Dari diagram leader ini dapat dibuat mnemonic code. Dengan dibuatnya mnemonic code ini lalu kita masukkan program ini pada PLC. Perlu diperhatikan bahwa pembuatan program ini harus berdasarkan pada letak limit switch.

Sequent Chart

Pertama kali yang harus dilakukan dalam pembuatan program pada PLC ini adalah mendesain rangkaian kontrol. Program yang dimasukkan pada PLC ini tidak harus sama, tetapi program ini dibuat berdasarkan pada peletakan dari limit switch yang digunakan sebagai sensor. Adapun sequent chart yang digunakan pada sistem kontrol ini yang telah disesuaikan pada peletakan limit switch adalah seperti berikut:

Gambar sample time chart

Diagram Ladder

Langkah selanjutnya setelah sequent chart jadi, maka kita buat diagram leader. Diagram ladder ini digunakan untuk memudahkan dalam menulis dan memasukkan program pada PLC.Ladder diagram terdiri dari suatu garis memanjang ke bawah dari kiri dengan cabang-cabangnya menuju arah kanan.

Mnemonic Code

Setelah membuat rangkaian sekuensial atau diagram ladder dari suatu program selanjutnya yaitu menyusun mnemonic code. Mnemonic code adalah program yang dapat dimasukkan dan dibaca oleh PLC.

Contoh Sistem Kerja Peralatan pada PLC

Pada bagian ini kita akan membahas secara umum bagaimana sistem kerja dari mesin kontrol seleksi dimensi barang ini, dengan menggunakan PLC sebagai pengontrolnya. Berikut ini adalah sistem dari seleksi dimensi barang :

Gambar Flowchart sistem kontrol seleksi dimensi barang

Secara rinci dapat dijelaskan sistem seleksi dimensi barang ini adalah sebagai berikut :

  • Tahap pertama :

Pada tahap awal pengoperasian bila push button ON ditekan maka motor pertama bekerja (m1). Motor ini menggerakkan konveyor.

  • Tahap kedua :

Pada tahap selanjutnya objek akan berjalan diatas konveyor. Objek ini akan berjalan menuju tempat limit swit yang berfungsi sebagai sensor penyeleksi.

  • Tahap ketiga :

Pada tahap ini objek akan menyentuh salah menyentuh limit switch yang salah satunya digunakan untuk menghentikan jalannya konveyor.

  • Tahap keempat :

Pada tahap ini semua limit switch yang tesentuh objek tersebut akan ON dan akan mengirimkan inputan pada PLC. Dengan program yang telah diisikan, maka PLC akan mengetahui apakan objek tersebut sesuai dengan ukuran apa tidak.

  • Tahap kelima :

Pada tahap ini apabila dinyatakan sesuai ukuran maka konveyor (Motor 1) akan berjalan kembali, sehingga objek akan terus dijalankan. Apabila objek dinyatakan tidak sesuai dengan ukuran maka pendorong (Motor 2) akan ON dan akan mendorong objek tersebut kesamping atau keluar dari konveyor.

Gambar Miniatur alatseleksi dimensi barang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: