Archive for the ‘Elektronika’ Category

Rangkaian komparator LM393

LM393 adalah Komparator yang di dalamnya terdapat dua Komparator tegangan yang independent. Komparator ini didesain dapat beroperasi pada single power supply dengan tegangan dari 2 sampai 36 volt. Blok diagram internalnya terlihat di Gambar 1.

Gambar 1. Blok Diagram Internal LM393

Alasan menggunakan komparator ini karena komparator ini dapat beroperasi tanpa catu daya negatif. Selain itu komparator ini dapat bekerja hanya dengan tegangan 5 volt. Tegangan 5 volt merupakan catu daya yang biasa digunakan mikrokontroler sehingga catu daya dapat diambilkan dari catu daya mikrokontroler apabila sistem yang dibuat menggunakan mikrokontroler.

Komparator LM393 menggunakan output open collector yaitu bagian kolektor dari transistornya tidak dihubungkan tegangan positif sedangkan emitornya terhubung ke ground. Transistor yang dirangkai sebagai open collector terlihat di Gambar 2. Outputnya biasanya dihubungkan dengan resistor pull up untuk menahan output high saat transistor OFF. Saat transistor ON arus singking melewati transitor. Besarnya arus sinking ini tergantung besarnya resistor pull up.

Gambar 2. Transistor yang dirangkai sebagai open collector

Mengontrol Beban Besar Pada Mikrokontroler

Jika menggunakan mikrokontroler I/O dapat dioprasikan secara default maksimum pada arus 20mA…nach jika beban yang kita kontrol lebih dari arus nominal terserbut..maka kita membutuhkan suatu interface (penghubung) antara mikro dengan beban yang kita kontrol…interface tersebut yang biasa digunakan ialah menggunakan rellay, seloenoid, transistor…dll

Nach q pengen share bagaimana bila membuat interface tersebut menggunakan transistor…

Yups rangkaian diatas ialah untai transistor darlington…untuk cara perhitungan nilai resistornya q dah gak tahu…dah lupa…dulu juga gak bisa,hehe…nach kalo diode digunakan untuk pengaman transistor dari arus balik beban…

Nach kalo pusing n ribet ngerancang pake transistor…hmm da cara hema n practice…pake aja IC…

IC ULN2803 merupakan IC yang didalamnya terdapat 8 buah susunan transistor darlington…

Berikut ini dalemannya dari ULN2803 Octal Darlington Driver

nach ni dia pin description-nya dari datasheet IC ULN2803 ato donload ja di www.alldatahseet.com

\\====================================================

bacaan terkait di blog ini:

1. transistor-sebagai-saklar klik disini

Transistor Sebagai Saklar

Penggunaan transistor sebagai saklar artinya mengoperasikan transistor pada salah satu kondisi yaitu saturasi atau cut off. Jika sebuah transistor berada dalam keadaan saturasi maka transistor berlaku seperti saklar tertutup antara kolektor dan emiter. Jika transistor cut off transistor berlaku seperti saklar terbuka.

Gambar di bawah menunjukkan salah satu contoh pengunaan sebuah transistor sebagai saklar beserta garis beban dc. Pengaturan on-off transistor dengan mengatur level tegangan pada basis transistor tersebut. Jika arus basis lebih besar atau sama dengan arus basis saat saturasi, titik kerja transistor berada pada ujung atas garis beban dc, dalam kondisi ini transistor berlaku sebagai saklar tertutup. Sebaliknya jika arus basis nol, titik kerja transistor berada pada titik ( P ) dalam kondisi ini transistor berlaku sebagai saklar terbuka.

Gambar Titik Kerja Transistor

Karakteristik Kolektor Transistor

Gambar Kurva Karakteristik Kolektor Transistor

Kurva karakteristik kolektor merelasikan IC dan VCE dengan IB sebagai parameter. Parameter-parameter transistor tidaklah konstan, meskipun tipe sama namun parameter dapat berbeda. Kurva kolektor terbagi menjadi tiga daerah yaitu jenuh, aktif dan cut- off.

Daerah jenuh (saturasi) adalah daerah dengan VCE kurang dari tegangan lutut (knee) VK. Daerah jenuh terjadi bila sambungan emiter dan sambungan basis berprasikap maju. Pada daerah jenuh arus kolektor tidak bergantung pada nilai IB. Tegangan jenuh kolektor – emiter, VCE(sat) untuk transistor silikon adalah 0,2 volt sedangkan untuk transistor germanium adalah 0,1 volt.

Daerah aktif adalah antara tegangan lutut VK dan tegangan dadal (break down) VBR serta di atas IBICO. Daerah aktif terjadi bila sambungan emiter diberi prasikap maju dan sambungan kolektor diberi prasikap balik. Pada daerah aktif arus kolektor sebanding dengan arus balik. Penguatan sinyal masukan menjadi sinyal keluaran terjadi pada saat aktif.

Daerah cut-off (putus) terletak dibawah IB = ICO. Sambungan emiter dan sambungan kolektor berprasikap balik. Pada daerah ini IE = 0 ; IC = ICO = IB.

\\====================================================

bacaan terkait di blog ini:

1. mengontrol-beban-besar-pada-mikrokontroler klik disini

Merancang Komparator dengan Histerisis

Rangkaian komparator pada pembahasan blog ini menggunakan histerisis, tujuan dari histerisis ini agar sistem tidak berguncang dan output dari keluaran komparator tidak mengalami noise (gangguan). Komparator dapat difungsikan dengan dua mode, yakni mode invertig dan non-inverting.

KomparatorLM324 pada blog ini digunakan dengan mode inverting sehingga saat Vin (output sensor) > Vreferensi maka Vout ≈ GND begitu pula dengan sebaliknya jika saat Vin (output sensor) < Vreferensi maka Vout ≈ VCC.

Gambar Rangkaian komparator dengan histerisis

Berikut tegangan acuan Upper Trip Point (UTP) dan Low Trip Point (LTP) pada rancangan komparator histerisis.

Nilai penguatan umpan balik adalah

Jika Vreferensi = 2,5 volt ; Vjen = 5 volt maka:

Bila keluarannya mengalami kejenuhan positif, tegangan acuan tak membalik adalah

VUTP = Vreferensi + ( BVjen )

= 2,5 + ( 0,09 5 )

= 2,5 + 0,45

= 2,95 V

Bila keluarannya mengalami kejenuhan negatif, tegangan acuan tak membalik adalah

VLTP = Vreferensi – ( BVjen )

= 2,5 – ( 0,09 5 )

= 2,5 – 0,45

= 2,05 V

\\==========================================================

bacaan terkait di blog ini:

1. merancang-rangkaian-sensor-garis klik disini

2. membuat-robot-line-follower-mikro klik disini

Merancang Rangkaian Sensor Garis

Sensor garis sering digunakan pada robot line follower (robot pengikut garis), digunakan juga sebagai pendeteksi objek dengan permukaan bidang pantul yang kontras…. nach pada blog ini dijelaskan bagaimana cara mendesain sensor garis tersebut menggunakan sensor photodiode. Selain menggunakan photodiode dapat juga dirancang dengan menggunakan phototranssistor, infra red, dan masih banyak laennya.

Sensor photodiode adalah salah satu jenis sensor peka cahaya (photodetector). Photodiode akan mengalirkan arus yang membentuk fungsi linear terhadap intensitas cahaya yang diterima. Arus ini umumnya teratur terhadap power density (Dp). Perbandingan antara arus keluaran dengan power density disebut sebagai current responsitivity. Arus yang dimaksud adalah arus bocor ketika photodiode tersebut disinari dan dalam keadaan dipanjar mundur.

Hubungan antara keluaran sensor photodiode dengan intensitas cahaya yang diterimanya ketika dipanjar mundur adalah membentuk suatu fungsi yang linier. Hubungan antara keluaran sensor photodiode dengan intensitas cahaya ditunjukkan pada Gambar berikut.

Gambar Hubungan keluaran photodiode dengan intensitas cahaya

Mekanisme Perancangan Sensor Garis

LED superbright berfungsi sebagai pengirim cahaya ke garis untuk dipantulkan lalu dibaca oleh sensor photodiode. Sifat dari warna putih (permukaan terang) yang memantulkan cahaya dan warna hitam (permukaan gelap) yang tidak memantulkan cahaya digunakan dalam aplikasi ini. Gambar dibawah ini adalah ilustrasi mekanisme sensor garis.

Gambar Ilustrasi mekanisme sensor garis

Prinsip Kerja Sensor

Pada rancangan sensor photodiode dibawah ini, nilai resistansinya akan berkurang bila terkena cahaya dan bekerja pada kondisi riverse bias. Untuk pemberi pantulan cahayanya digunakan LED superbright, komponen ini mempunyai cahaya yang sangat terang, sehingga cukup untuk mensuplai pantulan cahaya ke photodiode. Berikut ini prinsip dan gambaran kerja dari sensor photodiode.

Gambar Sensor photodiode tidak terkena cahaya

Saat photodiode tidak terkena cahaya, maka nilai resistansinya akan besar atau dapat diasumsikan tak hingga. Sehingga tidak ada arus bocor yang mengalir menuju komparator.

Gambar Sensor photodiode terkena cahaya

Saat photodiode terkena cahaya, maka photodiode akan bersifat sebagai sumber tegangan dan nilai resistansinya akan menjadi kecil, sehingga akan ada arus bocor yang mengalir ke komparator.

Nah buat temen2 yang nantinya pengen merancang sensor garis dengan multisensor dapat menggunakan multiplekser-4051 dan di akses dengan ADC-Multiplekser. info lebih lanjut, temen2 kunjungi postingan ini :

https://fahmizaleeits.wordpress.com/2010/09/02/robot-line-follower-dengan-multiplekser-adc/

\\==========================================================

bacaan terkait di blog ini:

1. merancang-komparator-dengan-histerisis klik disini

2. cara-membuat-robot-line-follower-analog klik disini

3. membuat-robot-line-follower-mikro klik disini

4. robot-line-follower-dengan-kendali-pid klik disini