Posts Tagged ‘PDU siemens’

AT Command dan PDU SIEMENS type C/M/S 35

AT Command

Dibalik tampilan menu message pada ponsel sebenarnya adalah AT Command yang bertugas mengirim atau menerima data ke atau dari SMS-Center. AT Command tiap-tiap SMS device bisa berbeda-beda, tetapi pada dasarnya sama. Beberapa AT Command yang penting untuk SMS yaitu :

• AT+CMGS : untuk mengirim SMS

• AT+CMGL : untuk memeriksa SMS

• AT+CMGD : untuk menghapus SMS

AT Command untuk SMS, biasanya diikuti oleh data I/O yang diwakili oleh unit-unit PDU.

PDU Sebagai Bahasa SMS dan Bagian – Bagiannya

Data yang mengalir ke atau dari SMS-Center harus berbentuk PDU (Protocol Data Unit). PDU berisi bilangan-bilangan heksadesimal yang mencerminkan bahasa I/O. PDU terdiri atas beberapa Header. Header untuk kirim SMS ke SMS-Center berbeda dengan SMS yang diterima dari SMS-Center.  Maksud dari bilangan heksadesimal adalah bilangan yang terdiri atas 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F.

PDU untuk mengirim SMS terdiri atas :

1. Nomor SMS-Center

Header pertama ini terbagi atas tiga subheader, yaitu :

  • Jumlah pasangan heksadesimal SMS-Center dalam bilangan heksa. Daftar SMS Center yang ada di Indonesia diperlihatkan dalam  tabel dibawah ini.
  • National/International Code

a. Untuk National, kode subheader-nya yaitu 81

b. Untuk International, kode subheader-nya yaitu 91

  • No SMS-Centernya sendiri, dalam pasangan heksa dibalikbalik. Jika tertinggal satu angka heksa yang tidak memiliki pasangan, angka tersebut akan dipasangkan dengan huruf F didepannya.

Tabel Nomor SMS-Center Operator Seluler Di Indonesia

No Operator Seluller SMS-Center Kode PDU
1 Telkomsel 62811000000 07912618010000F
2 Satelindo 62816125 059126181652
3 Exelcom 6218445009 07912618485400F
4 Indosat-M3 62855000000 07912658050000F
5 Starone 62811000000 079126180100

2. Tipe SMS

Untuk SEND tipe SMS = 1. Jadi bilangan heksanya adalah 01

3. Nomor Referensi SMS

Nomor referensi ini dibiarkan dulu 0, jadi bilangan heksanya adalah 00. Nanti akan diberikan sebuah nomor referensi otomatis oleh ponsel/alat SMS-gateway.

4. Nomor Ponsel Penerima

Sama seperti cara menulis PDU Header untuk SMS – Center, header ini juga terbagi atas tiga bagian, sebagai berikut :

• Jumlah bilangan desimal nomor ponsel yang dituju dalam  bilangan heksa.

• National/International Code.

–          Untuk Nasional, kode subheader-nya 81

–          Untuk Internasional, kode subheader-nya 91

• Nomor ponsel yang dituju, dalam pasangan heksa dibalik-balik.

Jika tertinggal satu angka heksa yang tidak memilikipasangan, angka tersebut dipasangkan dengan huruf F didepannya.

Contoh :

Untuk nomor ponsel yang dituju = 628x32x7333x dapat ditulis dengan cara sebagai berikut :

628132x7333x diubah menjadi :

1. 0C : ada 12 angka

2. 91

3. 26-18-23-7x-33-x3

Digabung menjadi : 0C9126x8237x33x3 (x ialah samaran nomer)

Bentuk SMS, antara lain :

  • 00 : dikirim sebagai SMS
  • 01 : dikirim sebagai telex
  • 02 : dikirim sebagai fax

Dalam hal ini, untuk mengirim dalam bentuk SMS tentu saja dipakai 00

5. Skema Encoding Data I/O

Ada dua skema, yaitu :

1. Skema 7 bit : ditandai dengan angka 00

2. Skema 8 bit : ditandai dengan angka lebih besar dari 0

Kebanyakan ponsel/SMS Gateway yang ada dipasaran sekarang menggunakan skema 7 bit sehingga digunakan 00.

6. Jangka Waktu Sebelum SMS Expired

Agar SMS pasti terkirim sampai ke ponsel penerima, sebaiknya tidak diberi batasan waktu validnya.

Isi SMS

Header ini terdiri atas dua subheader, yaitu :

a. Panjang isi (jumlah huruf dari isi)

Misalnya untuk kata “hello” : ada 5 huruf : 05

b. Isi SMS berupa pasangan bilangan heksa

Untuk ponsel/SMS Gateway berskema encoding 7 bit, jika mengetikan suatu huruf dari keypad-nya, berarti kita telah membuat 7 angka I/O berturutan.

Ada dua langkah untuk mengkonversikan isi SMS, yaitu :

  1. Mengubahnya menjadi kode 7 bit.
  2. Langkah kedua: mengubah kode 7 bit menjadi 8 bit yang diwakili oleh pasangan heksa.

Contoh : untuk kata “hello”

Oleh karena total 7 bit x 5 huruf = 35 bit, sedangkan yang kita perlukan adalah 8 bit x 5 huruf = 40 bit, maka diperlukan 5 bit dummy yang diisi dengan bilangan 0. Setiap 8 bit mewakili suatu pasangan heksa. Tiap 4 bit

mewakili satu angka heksa, tentu saja karena secara logika 24 = 16. Dengan demikian kata “hello” hasil konversinya menjadi E8329BFD06

Ke delapan header diatas digabungkan agar membentuk suatu format PDU yang siap dikirim. Misal untuk mengirimkan kata hello ke ponsel nomor 628129573337 lewat SMS-Center Exelcom, tanpa membatasi jangka waktu valid, maka header PDU lengkapnya :

07912618485400F901000C9126x8237x33x3000005E8329BFD06


Untuk source AT Command Siemens seri C/M/S 35 yang lengkap dapat didownload disini.

===============================================================

bacaan terkait di blog ini:

1. at-command-dan-pdu-siemens-type-C/M/S 35 klik disini

2. aplikasi-port-serial-mikrokontroler-atmega8535 klik disini