Archive for Februari, 2011

Tutorial Software Downloader Firmware Mikrokontroler (PonyProg2000 Programmer)

Software Pony Prog 2000 berfungsi mendownload file .hex ke flash memori ATmega8535. Selain untuk jenis AVR ATmega8535 dapat untuk jenis Atmel AVR yang lain seperti ATmega 16, ATmega 32, dll. Berikut Keterangan rangkaian untuk kabel downloader yang dihubungkan dengan port pararel (LPT) komputer.

Konfigurasinya seperti ini :

Berikut langkah-langkah untuk men-download program hexa ke dalam memori flash ATMega8535 :

1.      Buka Program PonyProg2000 maka akan muncul tampilan sebagai berikut lalu klik OK.

Gambar 1 Tampilan Awal PonyProg2000

2.      Apabila pemakaian pertama kali program PonyProg2000 harus dilakukan interface setup. Dengan cara pilih pada menu Setup kemudian pilih pada Interface Setup…

Gambar 2 Membuka interface setup

3.      Apabila menggunakan paralel port maka pilihan seperti pada gambar dibawah. Kemudian klik OK.

Gambar 3 Kotak dialog interface setup

4.      Pilihan Jenis Mikrokontroler juga harus dilakukan

Gambar 4 Pilihan Mikrokontroler

5.      Buka file hexa dengan cara klik menu File kemudian pilih pada Open Device File…. Pilih file dengan ekstensi akhiran .hex

Gambar 5 Membuka file yang akan didownload ke mikrokontroler

6.      Untuk Proses mendownload ke flash memori ATMega8535. Pilih Menu Command kemudian klik pada Write All

Gambar 6 Perintah Write untuk men-download ke mikrokontroler

7.      Setelah berhasil klik OK. Maka file Hexa telah berhasil di-download ke flash memori ATMega8535. Jalankan mikrokontroler.

Temen2 bisa mendownload programnya di http://downloads.sourceforge.net/ponyprog/PonyProg_V207c.zip

Semoga informasi ini bermanfaat :)

Iklan

Tutorial Software BASCOM AVR

Bascom AVR merupakan editor list program yang berbasis  bahasa basic, software BASCOM AVR dapat dengan mudah diperoleh. link berikut jika ingin mendownload Bascom AVR versi demo, klik disini

Halaman Editor Bascom AVR

Pengenalan fungsi tools pada BASCOM AVR:

bar pada File

a.            New, digunakan untuk membuat project baru atau membuat file program baru.

b.            Open, digunakan untuk membuka project atau file program yang pernah dibuat.

c.            Save,  digunakan untuk menyimapan project atau menyimpan file program.

d.            Save As…, digunakan digunakan untuk menyimpan project tau menyimpan file dengan nama yang berbeda dari sebelumnya.

e.            Print Preview, digunakan untuk melihat hasil cetakan print out dari sintsks penulisan program.

f.            Print, digunakan untuk mencetak file program.

g.            Exit, digunakan untuk keluar dari BASCOM AVR

bar pada Edit

a.            Undo, digunakan untuk kembali ke langkah sebelumnya.

b.            Redo, kebalikan dari undo.

c.            Cut, digunakan untuk mengkopy dan menghapus teks sekaligus

d.            Copy, digunakan untk mengkopy teks.

e.            Paste, digunakan untuk menyalin bagian yang telah dikopi.

f.            Find, digunakan untuk mencari teks yang diiginkan.

g.            Find next, sama halnya dengan find hanya saja berikutnya.

bar pada Program

a.            compile, digunakan untuk mengkompile program. Proses ini akan menghsilkan file berektension *.hex

b.            syntax check, digunakan untuk memerikasa apakah terjadi kesalahan pada penulisan program atau tidak.

c.            Show result, digunakan untuk melihat hasil report dan error dari penulisan program.

d.            Simulate, digunakan untuk mensimulasikan program.

e.            Send to chip, digunakan untuk mengirim file *.hex ke dalam chip mikrokontroler (mendownload program mikrokontroler).

bar pada Tools

a.            Terminal emulator, digunakan untuk simulasi komunikasi serial dengan komputer (RS232) hampir sama dengan Hypert Terminal yang dimiliki oleh Windows.

b.            Lcd designer, digunakan untuk mendesain karakter LCD yang diinginkan.

c.            Libray Manager, digunakan untuk library yang terdapat pada BASCOM AVR

d.            Export to RTF, digunakan untuk mengkonversi penulisan program pada RTF (Rich Text Format).

e.            Graphic Converter, digunakan untuk menkonversi gambar ke LCD yang menujang RGB (high kualitas LCD).

f.            Stack Analyser, digunakan untuk menganalisa stack program.

g.            PlugIn Manager, digunakan untuk mengatur plugin yang ada.

bar pada Options

a.            Compiler, digunakan untuk mensetting chip, output, communication, I2C dan LCD.

b.            Communication, digunakan untuk mensetting komunikasi mikrokontroler.

c.            Simulator, digunakan untuk mensetting simulasi pada BASCOM AVR.

d.            Programmmer, digunakan untuk mensetting downloader programmer yang akan digunakan.

e.            Monitor, untuk mensetting tampilan.

f.            Printer, digunakan untuk mensetting printer yang digunakan.

Semoga informasi ini bermanfaat :)

Security And Configuration Bits pada Mikrokontroler AVR

Berikut adalah langkah untuk mengatur fuse bit dari mikrokontroler, langkah ini bertujuan untuk mengatur pemilihan clock crystal yang dipakai oleh mikrokontroler yang di download, langkah ini cukup sekali saja di lakukan untuk setiap mikrokontroler.

1.      Atur fuse bit dengan software PonyProg

Pengaturan Fuse bits ini dapat diatur melalui Program PonyProg dengan cara pilih menu Command lalu pilih Security and Configuration Bits seperti tampak pada gambar dibawah ini.

Gambar 1 Perintah Write untuk membuka jedela Fuse Bits

Lalu akan muncul jendela seperti dibawah ini

Gambar 2 Jendela Fuse Bits pada PonyProg

Jadi apabila Anda memakai kristal luar sebesar 11,0592 MHz konfigurasi dari Security and Configuration Bitsnya adalah seperti gambar dibawah ini. Harus diingat kotak yang di beri tanda centang berarti berlogika 0

Gambar 3 Konfigurasi jika menggunakan kristal luar

2.      Atur fuse bit dengan software Khazama

Buka program khazama, seperti tampak pada gambar dibawah ini, Jika mikrokontroler yang akan dikonfigurasi fuse-bitnya adalah mikrokontroler baru dari pabrikan, maka pastikan Low SCK pada USBasp diaktifkan:

Gambar 4 Halaman muka program Khazama

Pada menu command pilih “ Fuse and lock Bits…

Gambar 5 Perintah Fuse and lock Bits… untuk membuka jedela Fuse Bits

Lalu akan muncul jendela seperti dibawah ini :

Gambar 6 Konfigurasi Fuse Bits jika menggunakan kristal luar

Pilih seperti pada lingkaran merah di atas. Pilihan diatas adalah H-Fuse bernilai C9 dan L-Fuse bernilai FF dan lock bernilai 3F. Lihat tabel berikut :

Semoga informasi ini bermanfaat :)

Smart Regulator Gas LPG Berbasis Mikrokontroler

Latar Belakang Masalah

Kebijakan pemerintah dalam melakukan konversi penggunaan energi dari minyak tanah ke gas LPG (Liquefied Petroleum Gas) telah banyak mendorong orang untuk  memakai kompor gas  LPG sebagai bahan bakar kompor yang digunakan. Seiring kebijakan pemerintah tersebut ternyata banyak menimbulkan masalah. Meskipun kompor gas LPG memiliki kelebihan lebih praktis penggunaannya dari kompor minyak tanah, tetapi masih memiliki kekurangan yaitu bahaya yang ditimbulkannya jika terjadi kebocoran gas yang berakibat pada ledakan dan menimbulkan kebakaran bahkan korban jiwa.

Berdasarkan data BPKN (Badan Perlindungan Konsumen Nasional) hingga bulan Juni 2010, kasus kecelakaan gas LPG terlihat melonjak dari tahun 2007 hingga tahun 2010 seperti yang terlihat pada gambar 1.

Gambar 1. Grafik Data Kasus Ledakan Tabung Gas LPG Menurut BPKN Juni 2010

Sistem pendeteksi kebocoran gas atau gas detector telah beredar dipasaran http://alarmelpiji.files.wordpress.com (2010) seperti yang terlihat pada gambar 2. Alat ini berfungsi sebagai pendeteksi kebocoran gas LPG, kelemahan alat ini hanya dilengkapi dengan peringatan berupa bunyi buzzer belum dilengkapi tindakan pencegahan jika terjadi kebocoran gas yang lebih besar.

Gambar 2. Gas detector yang ada di pasaran

Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan perancangan sebuah alat pendeteksi kebocoran gas LPG yang dilengkapi dengan sistem otomatis pelepas regulator pada leher tabung gas LPG beserta dengan peringatan dininya. Sensor yang digunakan untuk mendeteksi adanya kebocoran gas LPG adalah sensor pendeteksi gas iso-butane atau bisa dikatakan sebagai sensor gas LPG. Kebocoran tabung gas LPG biasanya terjadi pada leher tabung gas yang disebabkan karena kurang tepat pemasangan regulator ke leher tabung gas LPG maupun regulator LPG yang tidak sesuai standar. Oleh karena itu sangat baik apabila tindakan yang dilakukan adalah segera melepaskan regulator dari tabung gas LPG ketika terjadi kebocoran gas LPG. Hal inilah yang menjadi dasar untuk suatu penelitian tentang rancangan otomasi pengaman regulator LPG. Penelitian ini meliputi rancang bangun mekanik pelepasan regulator LPG, penyempurnaan presisi sensor gas LPG dalam proses deteksi kebocoran gas LPG, pemberitahuan sistem informasi kadar gas LPG dalam bentuk visualisasi menggunakan LCD (Liquid Crystal Display) kepada pengguna serta dilengkapi buzzer sebagai tanda peringatan awal pada kebocoran gas LPG.

Rancangan Detail

Diagram Blok :

Gambar Fisik :


Algoritma Program

Algoritma :

Saat sensor mendeksi keberadaan gas bocor maka sensor akan memberikan sinyal pada mikrokontroler untuk melepaskan regulator pada tabung gas, pelepasan regulator tabung ini digerakkan oleh motor servo. Selain mengendalikan motor servo, mikrokontroler juga mengakatifkan bunyi peringatan (buzzer) agar pengguna tabung gas mengetahui kebocoran gas. Adapun fitur tambahan dalam rancangan alat ini adalah dipasangnya timer untuk menset lama penggunaan dari tabung gas LPG tersebut, jika timer telah selesai maka secara otomatis mikrokontroler melepaskan regulator dengan cara mengaktifkan motor servo, selain itu sistem ini juga dilengkapi dengan manual kontrol dalam proses pelepasan regulator, maksudnya ialah pengguna dapat secara langsung dan kapanpun untuk melepaskan regulator dari tabung gas dengan cara menekan tombol tertentu.

Program editor menggunakan BASCOM AVR :


Semoga informasi ini bermanfaat :)

Sensor GAS LPG TGS 2610

Sensor TGS 2610

Salah satu sensor yang memenuhi kriteria untuk mendeteksi gas LPG adalah sensor TGS 2610 buatan Figaro. Sensor akan mendeteksi kadar gas LPG secara terus-menerus dan selalu meng-update keluaran tegangan analog yang kemudian diolah oleh mikrokontroler. Bentuk fisik sensor TGS 2610 terlihat pada gambar 1.

Gambar 1. Bentuk Fisik Sensor TGS 2610

Spesifikasi dari sensor ini dapat mendeteksi gas Butana dan LPG dalam range 500 – 10.000 ppm. Sensor ini bekerja berdasarkan perubahan gas terhadap  resistansi dari sensor tersebut. Semakin besar kandungan dari gas LPG maka semakin kecil resistansinya dan semakin kecil kandungan dari gas LPG yang diterimanya maka resistansinya akan semakin besar, gambar 2 menunjukkan grafik perubahannya.

Gambar 2. Grafik Karakteristik Sensivitas Sensor TGS 2610

Perubahan resistansi ini kemudian diubah menjadi perubahan tegangan dengan menggunakan rangkaian pembagi tegangan seperti yang di tunjukkan pada gambar 3.

Gambar 3. Rangkaian Dasar Pengukuran pada Sensor

Dengan menggunakan rangkaian seperti pada gambar diatas, maka tegangan keluaran dari rangkaian sensor  (VHL) dapat dirumuskan dengan:

Perubahan dari tegangan di VHL sebagai tegangan keluaran dari rangkaian sensor tersebut kemudian dihubungkan ke pin ADC mikrokontroller. Secara sederhana dapat dituliskan pada dalam BASCOM AVR seperti berikut:

Config Adc = Single , Prescaler = Auto

Start Adc

Data1 = Getadc(0)

Stop Adc

Kode Produksi Figaro seri 2000


Semoga informasi ini bermanfaat :)

Kontroler PI pada Plant Orde 1 dengan SIMULINK

Kita dapat mendesain suatu kontroler Proportional-Integrator (PI) yang diinginkan sedemikian rupa sehingga output hasil desain menjadi dua kali lebih cepat dari respon awal. Sebagai contoh τ = 0,004 detik menjadi τ*=0,002  detik.

Sebagai contoh hasil identifikasi plant Motor DC menggunakan perangkat lunak LabVIEW ditunjukkan pada Gambar 1.Gambar 1. Identifikasi plant motor DC dengan waktu sampling sebesar  1ms.

Dari grafik respon diperoleh fungsi alih  Plant Motor DC ialah

K=gain overall=3,618

τ=4,142*1 ms = 0,004142 detik

sehingga diperoleh model matematis plant-nya sebagai berikut:

τ* yang diinginkan ialah

Parameter kontroler:

K=gain overal =3,618

Berikut desain simulasi simulink:

Gambar 2. Simulink diagram dari kontroler PI

Gambar 3. Hasil scope simulink diagram dari kontroler PI

Metode Tuning Ziegler Nichols dalam desain kontroler PID

Aspek yang sangat penting dalam desain kontroler PID ialah penentuan parameter kontroler PID supaya sistem close loop memenuhi kriteria performansi yang diinginkan. Hal ini disebut juga dengan tuning kontroler.

Terkadang pemodelan matematis suatu plant susah untuk dilakukan. Jika hal ini terjadi maka perancangan kontroler PID secara analitis tidak mungkin dilakukan sehingga perancangan kontroler PID harus dilakukan secara eksperimental.

Ziegler – Nichols mengusulkan aturan untuk menentukan nilai Kp, Ti dan Td berdasarkan pada karakteristik tanggapan peralihan dari plant yang diberikan. Metode pertama  Ziegler – Nichols menentukan nilai Kp, Ti, dan Td:

 

 

Gambar Kurva S Analisa Grafis Ziegler Nichols

Aturan perpotongan garis lurus terjadi pada kondisi linier dari kurva S repon sistem. Ketepatan dalam pengambilan perpotongan ini sangatlah penting karena menentukan parameter T dan L yang menjadi acuan dari kontroler.

Kutipan dari buku OGATA:

Sumber lain: